IBX59089D8220A8F

Bagaimana Cara Memulai dan Menjalankan Bisnis Dropship

cara memulai dan menjalankan bisnis dropshipPada tahapan ini, diharapkan pembaca sudah mengetahui secara detail mengenai pengertian Dropship termasuk menentukan Nama Usaha dan Membuat Logo Bisnis, Menemukan Produk Untuk Usaha Dropship dan Mendapatkan Supplier yang Terpercaya. Pastikan tidak ada tahapan atau proses yang terlewat. Jika belum yakin, silahkan pelajari artikel artikel Panduan Lengkap Bisnis Dropshipping.

Selanjutnya akan dijelaskan Bagaimana Cara Memulai dan Menjalankan Bisnis Dropship, beberapa rekomendasi, tips dan trik dibawah merupakan saran terbaik yang dapat saya simpulkan dari beberapa artikel mengenai dropshipping.

Dengan menjalankannya diharapkan pembaca dapat mempersingkat waktu persiapan hingga berjalannya operasional bisnis dropship. Siapa tau rekomendai Panduan dibawah dapat melengkapi daftar persiapan pembaca.


1. Pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Dropshipper

Jangan sampai menganggap remeh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), tahukah anda bahwa setiap usaha perdagangan yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan wajib memiliki SIUP? Termasuk pelaku bisnis Dropship.

Apa keuntungan memiliki SIUP?

  • Sebagai warga negara Indonesia wajib mentaati peraturan: PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA No.46/M-DAG/PER/9/2009
  • Sebagai Sarana Perlindungan Hukum
  • Sedia Payung Sebelum Hujan… begitulah kira-kira perumpamaan yang relevan dengan usaha yang sedang anda dirikan. Suatu saat bisnis anda berkembang hingga perdagangan internasional, maka anda mempunyai izin untuk melakukannya.
  • Suatu saat anda akan berhubungan dengan supplier yang mensyaratkan memiliki NPWP, SIUP dan bahkan TDP.

untuk lebih detail mengenai Pengurusan Surat Izin Usaha, silahkan baca artikel lengkapnya disini


2. Dimulai dari Target dan Rencana

Saya ajak pembaca untuk menuliskan beberapa pertanyaan sehubungan dengan Bisnis Dropship, sebagai berikut:

2.a Berapa besar omset bisnis dropship yang anda harapkan?

Berbicara mengenai omset, sangat tergantung pada jenis usaha yang sedang atau akan dijalankan. Sebagai contoh, saya share omset yang pernah dicapai oleh penulis dalam usaha menjual baju dan produk fashion sebagai berikut:

  • Pencapaian omset bulanan hingga 10 – 15 Juta, berasal dari penjualan offline dengan dibantu beberapa agen atau sales
  • Pencapaian omset bulanan hingga 30 – 70 Juta, berasalah dari penjualan offline dan pengembangan usaha dengan membuat blog untuk mendapatkan agen luar daerah, sehingga jangkauan pemasaran mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana cara mendapatkan omset hingga puluhan juta rupiah? Baca artikel mengenai Cara Meningkatkan Omset Jualan.

2.b Berapa keuntungan yang anda harapkan dari usaha dropshipping?

Keuntungan yang didapat biasanya bervariasi antara 5 – 15 % dari harga jual ke konsumen, disarankan jangan terlalu besar dalam mengambil keuntungan dari usaha dropship.

Hal ini sejalan dengan usaha yang dikeluarkan oleh dropshipper, dimana dropshipper hanyalah perantara antara pembeli dan pemasok.

2.c Rencana apa yang anda siapkan untuk mencapai target diatas?

Setelah menentukan Goal atau Target dan Keuntungan, maka buatlah perencanaan untuk mencapainya. Sebagai contoh, berikut adalah tahapan yang dapat anda terapkan.

  • Pemasaran atau Marketing, kepada siapa anda berencana menjual produk tersebut? Pasarkan kepada kerabat terdekat terlebih dahulu dan mintalah saran atau testimoni yang jujur.
  • Bagaimana cara memasarkan barang jualan anda? apakah menggunakan Facebook? Whatsapp? BBM?
  • Kapan anda membutuhkan bantuan agen atau sales penjualan? di saat pesanan mulai meningkat, maka pertimbangkanlah untuk merekrut agen ataupun sales untuk mengembangkan omset penjualan.

3. Komitmen Untuk Menjalankan Bisnis Dropship

Dalam menjalankan bisnis apapun, mempunyai komitmen atau tekad sangatlah penting, hal ini akan menjadi pendorong atau penyemangat untuk berusaha maksimal. Begitupun dalam membangun usaha dropship,untuk menggapai sukses dibutuhkan komitmen yang kuat.

Jika tidak disertai dengan komitmen dan tekad yang kuat, maka di khawatirkan usaha anda tidak akan berjalan lama. Hal yang perlu diketahui adalah “tidak ada bisnis yang dapat menjamin anda cepat kaya” semuanya perlu pengorbanan, baik waktu maupun uang.

3.a Komitmen Meluangkan Waktu

Seperti jenis usaha lain, bersiaplah untuk meluangkan waktu untuk mempelajari secara detail metoda bisnis dropshipping

  • Kuasai cara pemesanan barang ke supplier, temukan cara paling mudah menghubunginya, apakah melalui telepon, email, chat atau facebook?
  • Ketahui berapa lama order cycle, mulai dari pemesanan ke supplier hingga barang diterima oleh pembeli.
  • Lakukan tes pengembalian barang (retur) untuk mengetahui respon dari pemasok
  • Lakukan pemasaran offline terlebih dahulu, ke teman, tetangga atau keluarga
  • Jika saatnya tiba, ikuti langkah meningkatkan omset jualan di artikel Cara Meningkatkan Omset Jualan, link diatas.

3.b Investasi Uang

Memang benar, Model Bisnis Dropship dapat dijalankan dengan modal seminim mungkin. Tapi percayalah tidak ada bisnis tanpa investasi uang didalamnya, yang terpenting adalah, anda harus tau kapan dan untuk apa anda mengeluarkan investasi?

Umumnya untuk bisnis dropship ada beberapa pengeluaran yang perlu dikeluarkan, tergantung dari ekspektasi dan kemampuan masing-masing pelaku bisnis, berikut adalah diantaranya:

  • Biaya keanggotaan, beberapa supplier membebankan biaya keanggotaan yang biasanya sebanding dengan apa yang member dapatkan.
  • Website atau Toko Online, dengan mempunyai website atau toko online yang dimaintain dengan benar dapat meningkatkan jaringan dan pasar sehingga berpotensi meningkatkan penjualan.
  • Biaya Promosi, beragam cara membuat promosi ataupun belanja iklan untuk meningkatkan penjualan. Misalnya beriklan di google atau facebook.
  • Membeli materi pembelajaran ataupun tutorial untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbisnis.

Demikian beberapa daftar belanja sebagai pebisnis dropshipping, pastikan pada saat akan mengeluarkan investasi uang, harus mempertimbangkan Return of Investment, keuntungan apa yang akan anda dapatkan dengan nilai investasi tersebut.


4. Merespon Pesanan Pembeli

Tips selanjutnya mengenai Bagaimana Memulai dan Menjalankan Bisnis Dropship adalah Cara Merespon Pesanan. Istilah “Pelanggan adalah Raja” benar adanya, bisnis dropshipping sangat terkait secara langsung terhadap pembeli. Untuk itu, pastikan anda atau siapapun yang membantu usaha anda dibekali dengan pengetahuan Cara Merespon Pembelian.

Untuk dapat merespon pembeli dengan baik, maka berikut adalah hal yang perlu diketahui:

  • Pengetahuan mengenai produk yang dijual, termasuk detail variasi dari produk dan dapat memberikan saran terbaik bagi calon pembeli.
  • Pemahaman mengenai berbagai cara pembayaran yang dapat dilakukan oleh pembeli.
  • Pemahaman mengenai pengiriman barang, termasuk ongkos kirim, rentang waktu pengiriman sampai pesanan diterima pembeli.
  • Pengetahuan mengenai retur produk.

Dengan memahami hal tersebut diatas, diharapkan anda dapat memberikan respon yang cepat kepada calon pembeli, sehingga dapat meningkatkan kredibilatas sebagai penjual dan meningkatkan kepuasan pelanggan.


5. Mengatur Ketersediaan Stok Barang Jualan Dengan Multi Supplier

Hal yang paling menjengkelkan pada saat pembeli melakukan pemesanan barang adalah “stok tidak tersedia” yang menyebabkan anda kehilangan potensi penjualan.

Untuk mengatasi ketersediaan stok, maka diperlukan Multi Supplier sebagai alternatif jika suatu saat pemasok utama anda kehabisan stok. Baca artikel kami mengenai Cara Mencari Supplier Bisnis Dropship untuk selengkapnya.

Dengan mempunyai Multi Supplier, anda mendapatkan beberapa keuntungan, selain dapat mengatur ketersediaan stok barang, juga mendapatkan perbandingan harga terbaik antara beberapa pemasok. Keuntungan lainnya adalah, anda dapat memilih supplier yang terdekat dengan pembeli. Sehingga customer mendapatkan keuntungan dari Ongkos Kirim yang lebih murah dibandingkan dengan supplier yang lain.

Penting juga untuk selalu Update ketersediaan stok dari pemasok, hal ini dapat dilakukan dengan meminta secara langsung dari sales representatif mereka dengan email atau telpon. Sebaiknya anda memilih supplier yang menyediakan fitur pengecekan stok di website mereka, jika ada.


6. Menangani Keluhan Pelanggan

Ketika bisnis dropship anda mulai berjalan, ada kemungkinan menemui keluhan pelanggan. Sebagai penjual yang baik, anda dituntut untuk dapat memuaskan pelanggan, salah satunya dengan memberikan solusi untuk keluhan pelanggan.

Untuk dapat menangani keluhan pelanggan, hal yang pertama adalah berikan informasi kontak baik itu email, nomor telepon, dan WA ataupun fasilitas chat lainnya bagi pelanggan untuk menyampaikan keluhannya. Jangan pernah menghindari masalah keluhan pelanggan, karena akan memperburuk citra usaha anda.

Keluhan Apa yang Mungkin Timbul Dalam Usaha Dropshipping?

Hal buruk terkadang dapat saja terjadi, seperti Salah pengiriman barang, Produk tidak sesuai Antara yang ditawarkan dengan aktual yang diterima, Ukuran Tidak Sesuai dan Bahkan Kerusakan Pada Saat Pengiriman.

Untuk permasalahan yang mungkin timbul diatas, anda dituntut untuk mempunyai rencana penanganan masalah. Misalkan untuk menangani masalah Ukuran Tidak Sesuai. Maka sebelumnya anda harus memberikan informasi ukuran berupa display untuk meyakinkan pelanggan. Sehingga jika masalah tersebut muncul, anda tidak berada di posisi yang disalahkan.

Namun tetap, pelanggan adalah Raja, untuk itu tawarkan retur dengan kompensasi biaya ongkos kirim, misalnya.


Demikian beberapa saran, tips dan trik mengenai Bagaimana Memulai dan Menjalankan Bisnis Dropship, mulai dari Cara Mengurus Perizinan Usaha Dagang, Menentukan Target dan Rencana, Komitmen untuk menjalankan Usaha, Merespon Pesanan Pembeli, Mengatur Ketersediaan Stok dan Menangani Keluhan Pelanggan.

 

Leave a Reply